MARTAPURA - Bapperida Kabupaten Banjar melalui Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Ekosda) melaksanakan Asistensi Penyusunan Dokumen Perencanaan SKPD Mitra Bidang Ekonomi dan SDA selama dua hari, Selasa–Rabu, 28–29 Juli 2026, di Klinik Perencanaan Bapperida Kabupaten Banjar.
Kegiatan melibatkan enam SKPD mitra, yaitu Disnakertrans, DKUMPP, DPMPTSP, Disbudporapar, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, serta Dinas Pertanian.
Kegiatan dilaksanakan secara desk dengan didampingi Fungsional Perencana Bidang Ekosda serta staf bidang. Asistensi ini difokuskan pada penyelarasan program, kegiatan, subkegiatan, indikator, target kinerja dan penganggaran dalam dokumen Renja Tahun 2027 agar sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Banjar.
Kepala Bidang Ekosda Dedi Nurmadi menjelaskan, asistensi menjadi bagian penting untuk memastikan dokumen perencanaan SKPD tersusun secara sistematis, terukur dan berkualitas. Melalui pembahasan secara langsung, setiap SKPD dapat mengetahui bagian dokumen yang masih perlu diperbaiki sekaligus memastikan keterkaitan antara perencanaan dan target pembangunan daerah.
Pada hari pertama, pembahasan mencakup rancangan Renja 2027 DPMPTSP, Disbudporapar, DKUMPP dan Disnakertrans. Hasil verifikasi menunjukkan dokumen DPMPTSP dan Disbudporapar secara umum telah sesuai sistematika yang ditetapkan. Sementara DKUMPP dan Disnakertrans masih diminta segera menyampaikan revisi dokumen Renja hasil pembahasan sebelumnya agar dapat diverifikasi lebih lanjut.
Selain Renja, rapat membahas tindak lanjut rekomendasi LHE SAKIP Kabupaten Banjar Tahun 2025, terutama penyelarasan rencana aksi dengan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 serta penyempurnaan indikator dalam Renstra Perangkat Daerah 2025–2029. Penyempurnaan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan hingga September 2026.
Pada hari kedua, pembahasan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta Dinas Pertanian antara lain mencakup ketersediaan data produksi, pelaporan capaian, outcome dan indikator program, pembagian bidang pengampu, serta rencana aksi pada Simondalev. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penguatan pelaporan secara triwulanan untuk bidang budidaya dan perikanan tangkap agar capaian program dapat dipantau lebih optimal.
Hasil asistensi menyimpulkan bahwa kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan sejumlah catatan perbaikan. Seluruh SKPD diminta segera menindaklanjuti hasil verifikasi, melengkapi dokumen Renja, serta menyempurnakan indikator dan rencana aksi. Dengan demikian, diharapkan dokumen perencanaan SKPD mitra Bidang Ekosda semakin sistematis, terukur, berkualitas dan selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Banjar.(Ione/Brigade Bapperida)