Kabupaten Banjar Perkuat Sinergi dengan Bappenas Tekan Angka Stunting

Kabupaten Banjar Perkuat Sinergi dengan Bappenas Tekan Angka Stunting
  • 16 July 2026
  • admin
  • Berita Bapperida

MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Banjar menerima kunjungan Tim Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Republik Indonesia dalam rangka pendalaman data dan informasi pelaksanaan program percepatan pencegahan serta penurunan stunting. Kegiatan yang berlangsung di Aula Barakat, Martapura, Rabu (15/7/2026) siang tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai implementasi program penurunan stunting di daerah.

Rombongan Tim Bappenas disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H. Yudi Andrea. Turut hadir perwakilan Kemendukbangga/BKKBN, Kementerian Kesehatan, BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah terkait termasuk Bapperida diwakili Sekretaris Hanafi, camat, serta anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Banjar.

Dalam sambutannya, Sekda H. Yudi Andrea menyampaikan bahwa kunjungan Tim Bappenas menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Banjar untuk memaparkan kondisi riil pelaksanaan program penurunan stunting sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Menurutnya, masukan dari tim pusat akan menjadi bahan evaluasi penting dalam menyempurnakan berbagai langkah yang telah dijalankan.

"Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk menyampaikan gambaran nyata di lapangan, berdiskusi mengenai berbagai hambatan yang dihadapi, serta memperkuat praktik-praktik baik yang selama ini telah kami upayakan," ujar Yudi.

Yudi menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Banjar yang telah ditetapkan sebagai sasaran strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Oleh karena itu, berbagai program intervensi terus diperkuat agar target penurunan prevalensi stunting dapat dicapai secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, strategi yang diterapkan Kabupaten Banjar mengedepankan pendekatan konvergensi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut mencakup perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, fasilitas pelayanan kesehatan, akademisi, hingga dunia usaha agar seluruh intervensi berjalan terpadu dan saling melengkapi.

"Penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu kami mengedepankan pendekatan konvergensi agar seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama dalam mencapai target penurunan stunting," tegasnya.

Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara Tim Bappenas bersama seluruh peserta. Forum tersebut dimanfaatkan untuk menggali lebih dalam berbagai aspek pelaksanaan program, mulai dari capaian yang telah diraih, tantangan di lapangan, hingga berbagai praktik baik yang berpotensi direplikasi sebagai bagian dari upaya nasional dalam percepatan penurunan stunting.

Mewakili Kepala Bapperida Kabupaten Banjar, Sekretaris Bapperida Hanafi,  kepada Brigade Bapperida mengatakan bahwa Ia menyambut baik kunjungan Tim Bappenas sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap upaya penanganan stunting di Kabupaten Banjar. Menurutnya, pendalaman data dan diskusi yang dilakukan akan menjadi masukan berharga dalam memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah.

"Kunjungan ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah. Berbagai masukan dari Tim Bappenas akan menjadi bahan evaluasi sekaligus penyempurnaan program agar pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjar semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (Ione/Brigade Bapperida)

Bagikan Berita