{"id":10558,"date":"2019-03-25T10:07:40","date_gmt":"2019-03-25T02:07:40","guid":{"rendered":"http:\/\/bappelitbang.banjarkab.go.id\/?p=10558"},"modified":"2021-08-18T10:24:35","modified_gmt":"2021-08-18T02:24:35","slug":"kurangi-perokok-pasif-dikalangan-pelajar-upt-puskesmas-gambut-lakukan-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/?p=10558","title":{"rendered":"KURANGI PEROKOK PASIF DIKALANGAN PELAJAR, UPT PUSKESMAS GAMBUT LAKUKAN INI"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"rata\"><strong>LABINOV <\/strong>&#8211; Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk masyarakat,\nyang jumlah konsumennya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Menurut\nOrganisasi Kesehatan Dunia&nbsp; (WHO) tahun\n2009, konsumsi rokok di dalam masyarakat dewasa ini sudah sangat\nmemprihatinkan.&nbsp; Sifat adiksi rokok\nmembuat banyak orang sulit lepas dari jeratannya. Meski miskin,&nbsp; pekerjaan tidak menentu,&nbsp; dan sadar ancaman penyakitnya, mereka tetap\nmerokok. Tingkat konsumsi rokok dikalangan masyarakat Indonesia cendrung meningkat,karna\nIndonesia berada diurutan ke 3 dari 10 besar negara pengkonsumsi rokok\ntertinggi di dunia setelah China dan India.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Hasil survey yang dilakukan\nKementrian Kesehatan RI pada tahun 2013 di Indonesia mengukapkan bahwa&nbsp; prevalensi&nbsp;\nperokok&nbsp; umur 15 tahun cendrung\nmeningkat,36,3 persen dibanding tahun 2010. Global Youth Tubacco Survey&nbsp; (GYTS) menyatakan bahwa&nbsp; Indonesia sebagai&nbsp; negara dengan angka perokok remaja tertinggi&nbsp; tahun 2014, sebagian besar laki-laki ,pertama\nmerokok pada usia 12-13 tahun dan untuk perempuan awal merokok usia 14-15\ntahun. Data Kementrian Kesehatan menunjukan peningkatan prevalensi&nbsp; perokok dari 27% pada tahun 1995,meningkat\nmenjadi 36,3% pada tahun 2014. Artinya, jika 20 tahun&nbsp; yang lalu dari setiap 3 orang&nbsp; Indonesia 1 orang diantaranya adalah perokok.\nMenurut data siswa di SMAN 1 GAMBUT terdapat perokok pasif&nbsp; sebesar 25%I(78orang) dan&nbsp; aktif sebesar 75%(234 orang).0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Menyadari hal tersebut UPT\nPuskesmas Gambut melakukan inovasi&nbsp; yaitu\nDuta Anti&nbsp; Rokok di lingkungan SMAN 1\nGAMBUT agar siswa-siswi dapat mengetahui bahaya dari rokok sehingga&nbsp; terjadinya pengurangan perokok aktif maupun\npasif disekolah serta dapat terciptanya kawasan tanpa asap rokok di SMAN 1\nGambut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Menurut inovator Damayanti\nSetiawan, inovasi tersebut mempunyai tujuan untuk melindungi kesehatan\nmasyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik secara langsung maupun\ntidak langsung dan sebagai upaya pencegahan untuk perokok pemula serta untuk\nmewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih di lingkungan sekolah SMAN 1\nGAMBUT dan memberikan pengetahuan&nbsp; kepada\nsiswa \/ siswi tentang bahaya merokok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Dijelaskannya lagi bahwa dengan inovasi ini nantinya akan dapat terbentuknya Duta Anti Rokok&nbsp; yang bertugas untuk mensosialisasikan bahaya merokok pada siswa &#8211; siswi di SMAN 1 Gambut, terjadinya pengurangan perokok pasif, terjadinya perubahan perilaku perokok aktif, serta&nbsp; dapat menciptakan kualitas udara yang bersih di lingungan sekolah khususnya SMAN 1 GAMBUT. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">\u201cKita percaya inovasi ini akan menambah pengetahuan siswa &#8211; siswi tentang bahaya merokok, mengendalikan perilaku meroko, mencegah perokok pemula, menegakan etika merokok, memberikan hak kepada orang yang tidak merokok untuk tidak terkena dampak racun rokok yang sangat banyak terkandung dalam asap rokok dan mencegah meningkatnya penyakit yang disebabkan oleh perokok aktif maupun perokok pasif di SMAN 1 GAMBUT,\u201d pungkas Damayanti. (<strong>ADB\/Bappeda Litbang<\/strong>) <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LABINOV &#8211; Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk masyarakat, yang jumlah konsumennya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Menurut Organisasi Kesehatan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10562,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,3],"tags":[784],"class_list":["post-10558","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-bidang-penelitian-pengembangan-inovasi","tag-inovasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10558","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10558"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10558\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10563,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10558\/revisions\/10563"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10562"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}