{"id":10592,"date":"2019-03-19T12:18:59","date_gmt":"2019-03-19T04:18:59","guid":{"rendered":"http:\/\/bappelitbang.banjarkab.go.id\/?p=10592"},"modified":"2021-08-19T13:57:14","modified_gmt":"2021-08-19T05:57:14","slug":"10592","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/?p=10592","title":{"rendered":"KONTROL PENDERITA TB PARU, PUSKESMAS GAMBUT BERINOVASI DENGAN &#8216;PAKASAM RANTAU&#8217;"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"rata\"><strong>LABINOV<\/strong> &#8211; Penyakit TB merupakan masalah utama kesehatan, tahun 1995\nmenunjukkan bahwa Penyakit TB merupakan penyebab kematian nomor 3 dan nomor 1\ndari golongan penyakit infeksi. Diperkirakan setiap 100.000 penduduk Indonesia\nterdapat 130 penderita paru TB BTA Positif, dan diperkiraan dalam 10 orang\nsuspek yang diperiksa terdapat 1 orang penderita TB Paru BTA Positif, Penderita\nPenyakit TB sebagian besar kelompok usia kerja produktif, kelompok ekonomi\nlemah dan berpendidikan rendah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Pada tahun 2018, jumlah penduduk\ndi wilayah kerja Puskesmas Gambut 42.480 jiwa, dari jumlah tersebut\ndiperkirakan penderita TB Paru BTA Positif sebanyak 141 orang, dengan suspek\nsebanyak 549 orang. Hasil pencapaian program TB Paru di Puskesmas Gambut tahun\n2018 yaitu : Pemeriksaan suspek TB sebanyak 235 orang (42%), Penemuan penderita\nBTA (+) sebanyak 28 orang (19%).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Salah satu upaya guna pemantauan\npederita TB yang sedang menjalani program pengobatan TB secara intensif,\npenyuluhan kepada masyarakat tentang TB, serta pemeriksaan kontak serumah\npasien TB positif dan PMO ( pengawas menelan obat) terhadap inovasi pelayanan\nberupa inovasi kegiatan Pakasam Rantau (PASTIKAN KELUARGA SEMBUH LANTARAN\nTERPANTAU).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Tuberkulosis Paru adalah penyakit\nmenular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis. Sebagian kuman Tuberkulosis\nmenyerang paru dan dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. Oleh karena itu\ndiupayakan Program Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit Paru. Sejak tahun\n1995, Program pemberantasan Penyakit Tuberkulosis Paru telah dilaksanakan dengan\nstrategi DOTS (Directly Observed Treatment Short Course) yang direkomendasikan oleh\nWHO. Penanggulangan TB dengan strategi DOTS dapat memberikan angkat kesembuhan\nyang tinggi, menurut BANK Dunia strategi DOTS merupakan strategi kesehatan yang\npaling Cost Efektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Inovator Pakasam Rantau Dwi\nAgustian Saputra, menerangkan bahwa inovasi dapat memberi manfaat agar angka\npenemuan kasus TB baru akan peningkat, angka kesembuhan penderita TB akan\nsesuai target yang sudah ditentukan oleh dinas kesehatan, mencegah penderita TB\nputus obat (loss to follow up).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">\u201cKita berharap penderita terduga TB dan keluarga&nbsp; kooperatif dalam pemantauan program pengobatan TB selama 6 bulan dengan memberikan &nbsp;informasi yang benar tentang penderita terduga TB dan keadaan kesehatan keluarga penderita terduga TB, keluarga kontak serumah terduga TB mengerti tentang penyakit TB dan pentingnya deteksi dini TB dan pencapaian penderita terduga TB 100%,\u201d jelas pria yang akrap disapa Agus ini kepada LABINOV. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Secara umum inovasi ini bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian dengan cara memutuskan mata rantai penularan sehingga penyakit TB tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat dan secara khusus bagi Puskesmas Gambut dapat tercapainya angkat kesembuhan minimal 85% dari semua penderita baru BTA positif yang ditemukan serta tercapainya cakupan penemuan penderita sesuai target program P2TB. (<strong>ADB\/Bappeda Litbang<\/strong>) <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LABINOV &#8211; Penyakit TB merupakan masalah utama kesehatan, tahun 1995 menunjukkan bahwa Penyakit TB merupakan penyebab kematian nomor 3 dan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10593,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,3],"tags":[784],"class_list":["post-10592","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-bidang-penelitian-pengembangan-inovasi","tag-inovasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10592","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10592"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10592\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10597,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10592\/revisions\/10597"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10593"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10592"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10592"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10592"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}