{"id":12071,"date":"2023-01-31T10:56:20","date_gmt":"2023-01-31T02:56:20","guid":{"rendered":"http:\/\/bappedalitbang.banjarkab.go.id\/?p=12071"},"modified":"2023-02-13T11:01:03","modified_gmt":"2023-02-13T03:01:03","slug":"terkait-rendahnya-keikutsertaan-masyarakat-dalam-jkn-di-kabupaten-banjar-pemerintah-kabupaten-banjar-lakukan-kajian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/?p=12071","title":{"rendered":"TERKAIT RENDAHNYA KEIKUTSERTAAN MASYARAKAT DALAM JKN DI KABUPATEN BANJAR , PEMERINTAH KABUPATEN BANJAR LAKUKAN KAJIAN"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"rata\"><strong>MARTAPURA<\/strong> \u2013 Melihat biaya berobat di Indonesia yang relatif mahal, kehadiran Jaminan\nKesehatan Nasional melalui BPJS&nbsp; adalah\nsalah satu solusi yang tepat. Hal ini dikarenakan memang sudah waktunya\nmasyarakat tidak menjadi korban atau obyek, dan biaya kesehatan masyarakat\nharus lebih diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Salah satu\npermasalahan penting dalam JKN adalah kurangnya keikutsertaan masyarakat, salah\nsatunya di Kabupaten Banjar dengan permasalahan yang beragam.&nbsp; Hal tersebut tentunya berdampak pada\nkurangnya indeks program yang dicanangkan pemerintah untuk memberikan jaminan\nkesehatan yang merata pada seluruh masyarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Berdasarkan hal\ntersebut &nbsp;Pemerintah Kabupaten Banjar\nmelalui&nbsp; Badan Perencanaan Pembangunan\nDaerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar melakukan\nPenelitian terkait JKN bekerjasama dengan Universitas Islam Kalimantan (Uniska)\nMuhammad Arsyad al-Banjari Provinsi Kalimantan Selatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Mengambil judul\n\u201cKebijakan Strategis Dalam Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terhadap Jaminan\nKesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Banjar\u201d Selasa (31\/1\/2023) siang,\nBappedalitbang Banjar menggelar Ekspose Pendahuluan bertempat di aula Baiman\nMartapura.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Kepala Bappedalitbang\nRiza Dauly menyampaikan, data di tahun 2022 cakupan perlindungan Pemerintah\ndaerah terhadap hak-hak fundamental kepada masyarakat dalam bidang kesehatan\nrelatif rendah, oleh karena itu penelitian ini diperlukan untuk meningkatkan partisipasi\nmasyarakat melalui perlindungan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Sementara itu tim\npeneliti Yati Nurhayati, dkk memaparkan&nbsp; bahwa\npenelitian yang dilakukan untuk mencari rumusan masalah yaitu faktor yang\nmenjadi penyebab rendahnya partisipasi masyarakat Kabupaten Banjar dalam\nkeikutsertaan JKN serta bagaimana model kebijakan strategis yang perlu\ndilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar guna meningkatkan kepesertaan JKN di\nKabupaten Banjar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">\u201cKebijakan\ndi Kabupaten Banjar yang berjalan sejak tahun 2019 belum memberikan hasil yang\noptimal dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di daerah karena di tahun\n2022 menunjukkan bahwa cakupan Universal Health Coverage Kabupaten Banjar\ntergolong yang paling rendah di Provinsi Kalimantan Selatan dengan angka 66,83%\ndari jumlah penduduk 561.665 jiwa\u201d jelas Yati dihadapan peserta ekspose yang\nhadir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">\u201cMetode yang akan kita gunakan dalam penelitian adalah pendekatan riset multidisipliner dengan menggunakan desain metode campuran konvergensi parallel pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Disertai diskusi dan Tanya jawab acara ini dihadiri Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP3AP2KB), Bappedalitbang, Tim Peneliti Uniska, BPJS Kabupaten Banjar serta undangan terkait lainnya. (<strong>Bappedalitbang<\/strong>) <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MARTAPURA \u2013 Melihat biaya berobat di Indonesia yang relatif mahal, kehadiran Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS&nbsp; adalah salah satu solusi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12072,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,3],"tags":[1073,297,284],"class_list":["post-12071","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-bidang-penelitian-pengembangan-inovasi","tag-jkn","tag-kajian","tag-penelitian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12071","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12071"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12071\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12073,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12071\/revisions\/12073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12072"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}