{"id":12722,"date":"2023-06-19T14:08:38","date_gmt":"2023-06-19T06:08:38","guid":{"rendered":"https:\/\/bappedalitbang.banjarkab.go.id\/?p=12722"},"modified":"2023-06-20T09:32:37","modified_gmt":"2023-06-20T01:32:37","slug":"partisipasi-tokoh-ulama-diharapkan-menjadi-motor-penggerak-bagi-masyarakat-dalam-hal-partisipasi-kepesertaan-jkn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/?p=12722","title":{"rendered":"PARTISIPASI TOKOH ULAMA DIHARAPKAN MENJADI MOTOR PENGGERAK BAGI MASYARAKAT DALAM HAL PARTISIPASI KEPESERTAAN JKN"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"rata\"><strong>MARTAPURA<\/strong> \u2013 Penelitian dengan tema \u201cKebijakan Strategis dalam Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terhadap Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Banjar\u201d hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten Banjar dan Universitas Islam Kalimantan selesai dilaksanakan.&nbsp; Sehubungan dengan hal tersebut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar melalui Bidang Litbang dan Inovasi menggelar Ekspose Akhir Penelitian yang dibuka Kabid Litbang dan Inovasi H Yanuarsa Senin (19\/6\/2023) pagi, diaula Bauntung Martapura.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignleft size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bappedalitbang.banjarkab.go.id\/konten\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-19-at-12.20.22-1024x794.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12724\" width=\"512\" height=\"397\" srcset=\"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-19-at-12.20.22-1024x794.jpeg 1024w, https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-19-at-12.20.22-300x233.jpeg 300w, https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-19-at-12.20.22-768x595.jpeg 768w, https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-19-at-12.20.22.jpeg 1209w\" sizes=\"auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Sebagai kilas balik perlunya dilaksanakan penelitian guna meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap JKN adalah data tahun 2022 menunjukan bahwa cakupan<em> Universal Health Coverage<\/em> (UHC) Kab. Banjar masih tergolong relatif rendah dengan angka 66,83% dari jumlah penduduk 561.665 jiwa. Selanjutnya Data Tahun 2023 cakupan UHC Kabupaten Banjar mengalami peningkatan yakni menjadi 73,12%. Kendati demikian hal ini masih cukup mengkhawatirkan mengingat target cakupan kepesertaan JKN dalam RPJMN tahun 2020-2024 adalah 98% dari total penduduk. Sehingga diperlukan Kebijakan Strategis peningkatan partisipasi masyarakat dalam program JKN BPJS. Policy Brief ini merupakan konseptualisasi design atau model kebijakan strategis Kabupaten Banjar yang sesuai dengan kebutuhan daerah guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignright size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bappedalitbang.banjarkab.go.id\/konten\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-19-at-10.16.06-1024x609.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12727\" width=\"512\" height=\"305\" srcset=\"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-19-at-10.16.06-1024x609.jpeg 1024w, https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-19-at-10.16.06-300x178.jpeg 300w, https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-19-at-10.16.06-768x457.jpeg 768w, https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-19-at-10.16.06.jpeg 1239w\" sizes=\"auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Mewakili Kepala Bappedalitbang, Kabid Litbang dan Inovasi H Yanuarsa menyambut baik &nbsp;hasil dari penelitian ini, tentunya sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Banjar dalam rangka mengambil langkah strategis untuk menentukan kebijakan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah kepesertaan JKN di Kabupaten Banjar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Dari hasil paparan penelitian , Ketua Peneliti Dr. Yati Nurhayati SH., MH menjelaskan secara\u00a0 garis\u00a0 besar\u00a0 masyarakat\u00a0 memiliki\u00a0 keinginan\u00a0 untuk\u00a0 bergabung\u00a0 dengan\u00a0 JKN.\u00a0 Namun demikian terdapat 2 faktor determinan utama yang menjadi pertimbangan utama masyarakat untuk\u00a0 bergabung\u00a0 yaitu\u00a0 pendapatan\u00a0 perbulan\u00a0 dan\u00a0 jumlah\u00a0 tanggungan.\u00a0 Selanjutnya, pengetahuan\u00a0 masyarakat\u00a0 terhadap\u00a0 JKN\u00a0 memiliki\u00a0 pengaruh\u00a0 negatif.\u00a0 Hal\u00a0 ini\u00a0 dapat\u00a0 berarti\u00a0 dua hal,\u00a0 dimana\u00a0 pertama\u00a0 masyarakat\u00a0 mungkin\u00a0 masih\u00a0 memiliki\u00a0 pemahaman\u00a0 yang\u00a0 rendah\u00a0 terhadap skema\u00a0 JKN\u00a0 baik\u00a0 dalam\u00a0 skema\u00a0 mandiri,\u00a0 PBI\u00a0 APBN,\u00a0 maupun\u00a0 PBI\u00a0 APBD.\u00a0 Sementara\u00a0 di\u00a0 sisi\u00a0 lain, pemahaman\u00a0 terhadap\u00a0 JKN\u00a0 mungkin\u00a0 dianggap\u00a0 salah\u00a0 oleh\u00a0 masyarakat\u00a0 sehingga\u00a0 memiliki pengaruh yang negatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">\u201cPendapatan&nbsp; bulanan&nbsp; dan&nbsp; jumlah&nbsp; anggota&nbsp; keluarga&nbsp; yang&nbsp; ditanggung&nbsp; memiliki&nbsp; peran&nbsp; penting dalam&nbsp; memperkuat&nbsp; hambatan&nbsp; bergabung&nbsp; ke&nbsp; Asuransi&nbsp; Jaminan&nbsp; Kesehatan&nbsp; Nasional&nbsp; (JKN). Pendapatan bulanan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk membayar premi asuransi kesehatan.\u201d Ujar Yati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Faktor lain yaitu jumlah&nbsp; anggota&nbsp; keluarga&nbsp; yang&nbsp; ditanggung&nbsp; juga&nbsp; memainkan&nbsp; peran&nbsp; penting.&nbsp; Semakin&nbsp; banyak anggota keluarga yang harus ditanggung dalam program asuransi, semakin tinggi biaya premi yang&nbsp; harus&nbsp; dibayarkan.&nbsp; Jika&nbsp; seorang&nbsp; individu&nbsp; memiliki&nbsp; keluarga&nbsp; yang&nbsp; besar,&nbsp; biaya&nbsp; premi&nbsp; akan lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang hanya bertanggung jawab atas diri sendiri. Hal ini&nbsp; dapat&nbsp; menjadi&nbsp; hambatan&nbsp; bagi&nbsp; mereka&nbsp; yang&nbsp; memiliki&nbsp; anggota&nbsp; keluarga&nbsp; yang&nbsp; banyak&nbsp; atau memiliki tanggungan finansial lainnya serta beberapa faktor lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, peneliti memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah diantaranya Kebijakan&nbsp; Kolaborasi&nbsp; Tokoh&nbsp; Masyarakat.&nbsp; Bahwa&nbsp; design&nbsp; kebijakan&nbsp; ini&nbsp; diharapkan&nbsp; dapat mencapai&nbsp; manfaat&nbsp; dengan&nbsp; melibatkan&nbsp; tokoh&nbsp; masyarakat&nbsp; baik&nbsp; dalam&nbsp; bidang&nbsp; keagamaan (ulama), kemasyarakatan, maupun tokoh-tokoh pemimpin desa maka akan meningkatkan public engagement dan public expose masyarakat terhadap manfaat program JKN secara signifikan. Hal ini dikarenakan tokoh masyarakat cenderung mempunyai kedekatan ikatan emosional&nbsp; dengan&nbsp; masyarakat,&nbsp; maka&nbsp; untuk&nbsp; mengakomodir&nbsp; berbagai&nbsp; gagasan-gagasan untuk&nbsp; kepentingan&nbsp; masyarakat,&nbsp; tokoh&nbsp; masyarakat&nbsp; diharapkan&nbsp; mampu&nbsp; meningkatkan keinginan partisipasi masyarakat terhadap program JKN BPJS Kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">\u201cKebijakan lainnya yaitu kebijakan Kolaborasi Perusahaan dan BUMD yang ada di Kabupaten Banjar melalui Program CSR.  Pemerintah&nbsp; Daerah&nbsp; perlu&nbsp; membuat&nbsp; kebijakan&nbsp; berkaitan&nbsp; dengan&nbsp; <em>Corporate&nbsp; Social Responsibility <\/em>(CSR) perusahaan-perusahaan dan BUMD di Kabupaten Banjar. Ini berguna untuk mengurangi&nbsp; beban&nbsp; biaya&nbsp; anggaran&nbsp; APBD&nbsp; untuk&nbsp; membantu&nbsp; masyarakat&nbsp; kurang&nbsp; mampu yang&nbsp; tidak&nbsp; tercover&nbsp; JKN&nbsp; BPJS&nbsp; Kesehatan&nbsp; Skema&nbsp; PBI\u201d jelas Yati dkk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">\u201cPemerintah daerah dalam melakukan sosialisasi harus \u00a0tepat\u00a0 sasaran.\u00a0 Yaitu melakukan sosialisasi khusus berbasis data pada lokasi-lokasi kecamatan\u00a0 dan\u00a0 desa\u00a0 dimana\u00a0 angka\u00a0 kepesertaan\u00a0 JKN\u00a0 BPJS\u00a0 Kesehatan\u00a0 masih\u00a0 cenderung rendah.\u00a0 Sosialisasi\u00a0 ini\u00a0 bisa\u00a0 berjalan\u00a0 efektif\u00a0 dengan\u00a0 kerjasama\u00a0 dari\u00a0 tokoh-tokoh\u00a0 ulama masyarakat\u00a0 Kabupaten\u00a0 Banjar.\u00a0 Program\u00a0 JKN-KIS\u00a0 memiliki\u00a0 konsep\u00a0 <em>protection,\u00a0 sharing<\/em>,\u00a0 dan <em>compliance<\/em>. Artinya, kita semua harus berperan aktif melindungi diri sendiri dan keluarga <em>(protection<\/em>), berbagi dengan sesama dalam skema gotong royong yang merupakan budaya Indonesia\u00a0 (<em>sharing<\/em>)\u00a0 serta\u00a0 patuh\u00a0 sebagai\u00a0 warga\u00a0 negara\u00a0 dengan\u00a0 menjadi\u00a0 peserta\u00a0 Program JKN-KIS (<em>compliance<\/em>). Adanya partisipasi tokoh ulama diharapkan bisa menjadi role model dan motor penggerak bagi masyarakat dalam hal partisipasi kepesertaan JKN-KIS dan lain-lain\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Diisi dengan sesi diskusi tanya jawab guna kesempurnaan akhir dokumen, acara ini dihadiri Dinas Kesehatan, Disdukcapil, DKUMPP, Disnakertrans, Dinsos P3AP2KB, RSUD Ratu Zalecha, Kecamatan Martapura, Kecamatan Martapura Timur, Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Pengaron, Kecamatan Sambung Makmur, BPJS dan Bappedalitbang.(<strong>Bappedalitbang<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MARTAPURA \u2013 Penelitian dengan tema \u201cKebijakan Strategis dalam Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terhadap Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Banjar\u201d hasil<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12723,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,3],"tags":[1073,297,1095,284],"class_list":["post-12722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-bidang-penelitian-pengembangan-inovasi","tag-jkn","tag-kajian","tag-kajian-ilmiah","tag-penelitian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12722"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12732,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12722\/revisions\/12732"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}