{"id":9323,"date":"2020-03-04T16:07:16","date_gmt":"2020-03-04T08:07:16","guid":{"rendered":"http:\/\/bappelitbang.banjarkab.go.id\/?p=9323"},"modified":"2020-03-04T16:07:29","modified_gmt":"2020-03-04T08:07:29","slug":"bappeda-litbang-gelar-workshop-klhs-rpjmd-kab-banjar-2021-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/?p=9323","title":{"rendered":"BAPPEDA LITBANG GELAR WORKSHOP KLHS RPJMD KAB BANJAR 2021-2024"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"rata\"><strong>MARTAPURA<\/strong> &#8211; Dalam UU No 32\ntahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dipandang\npenting keberadaannya untuk bisa diimplementasikan dalam proses perencanaan dan\npembangunan di Indonesia.&nbsp; Salah satunya\nPasal 15 dan 16 telah mengamanatkan kepada pemerintah dengan mandatory\n(kewajiban) untuk melaksanan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) baik&nbsp; di tingkat pusat maupun daerah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Hal tersebut dijelaskan Dr H Galuh\nTantri Narindra, ST, MT selaku Kepala Bappeda Litbang Banjar didampingi Kabid\nFisik dan Prasarana M Syuhadak,&nbsp; dalam\nacara Workshop Kajian Lingkungan Hidup strategis rpjmd Kabupaten Banjar tahun\n2021-2024 yang digelar di aula baiman Selasa (03\/03\/2020) pagi, bersama\nnarasumber guru besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kalimantan Selatan Prof\nDr Gusti Muhammad Hatta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">\u201cSebagaimana&nbsp; pasal 15 yang\nmengatakan bahwa pada ayat 1 \u201cPemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membuat\nKLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi\ndasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan\/atau kebijakan,\nrencana dan\/atau program, maka KLHS sebagai syarat dalam kelengkapan\npenyususnan RPJMD.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Gusti Muhammad Hatta sebagai\nnarasumber menyampaikan bahwa saat ini pencemaran dan kerusakan lingkungan\nterus berlangsung karena instrumen lingkungan yang ada saat ini belum memadai,\nlanjut Hatta. AMDAL saat ini merupakan salah satu instrumen yang dikenal untuk\nmengintegrasikan lingkungan hidup di dalam proses pembangunan. Namun AMDAL memiliki\nketerbatasan di dalam mengupayakan keberlanjutan pembangunan, karena banyak\npermasalahan lingkungan yang timbul diluar cakupan yang ada di dalam studi\nAMDAL.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">\u201cHal ini terjadi karena dalam\npenyusunan Kebijakan, Rencana dan Program (KRP) belum berwawasan pembangunan\nberkelanjutan. Untuk itu, lahirlah aplikasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis\n(KLHS) atau Strategis Environmental Assessment (SEA). KLHS merupakan instrumen\nuntuk pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan melalui intervensi terhadap\nkebijakan, rencana atau program,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Hatta menyarankan didalam\npenyusunan kebijakan, rencana atau program. KLHS terus digunakan untuk\nmenyiapkan alternatif penyempurnaan kebijakan agar dampak atau resiko\nlingkungan yang tidak diharapkan dapat diminimalkan. \u201cSedangkan dalam evaluasi\nkebijakan, rencana atau program. KLHS digunakan untuk mengidentifikasi dan\nmemberikan alternatif penyempurnaan kebijakan, rencana atau program yang\nmenimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan,\u201dusul Hatta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Diketahui KLHS untuk memperoleh\nhasil kajian, pengaruh kajian rencana dan program RPJMD terhadap pembangunan\nberkelanjutan di wilayah Kabupaten Banjar. (<strong>ADB\/Bappedalitbang<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MARTAPURA &#8211; Dalam UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dipandang penting keberadaannya untuk bisa diimplementasikan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9324,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,4],"tags":[819,100,854],"class_list":["post-9323","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-bidang-infrastruktur-kewilayahan","tag-bappeda-litbang","tag-kabupaten-banjar","tag-klhs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9323","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9323"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9323\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9325,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9323\/revisions\/9325"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9324"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9323"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9323"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9323"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}