{"id":9498,"date":"2020-05-28T10:18:07","date_gmt":"2020-05-28T02:18:07","guid":{"rendered":"http:\/\/bappelitbang.banjarkab.go.id\/?p=9498"},"modified":"2020-06-03T11:16:50","modified_gmt":"2020-06-03T03:16:50","slug":"gelar-rapat-virtual-kemendagri-lombakan-video-inovasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/?p=9498","title":{"rendered":"GELAR RAPAT VIRTUAL, KEMENDAGRI LOMBAKAN VIDEO INOVASI"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"rata\"><strong>MARTAPURA<\/strong> &#8211; Badan\nPerencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten\nBanjar diwakili Kabid Litbang Data dan Informasi Ridwan Sya\u2019rani, ikut hadir secara\nvirtual pada Jumat (29\/05), &nbsp;dalam\nkegiatan video teleconference yang dihadiri langsung kemendagri Tito Karnavian,\nMenteri Keuangan Sri Mulyani dan menteri Pariwisata Wisnutama bertempat di\nRuang Rapat Menteri Dalam Negeri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Dalam sambutannya Tito mengatakan\n, saat ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada krisis baru yaitu Pandemi\nCovid-19.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">\u201cHingga kini, baik WHO dan para\npeneliti serta ilmuan di seluruh dunia, belum bisa memprediksi kapan pandemi\nCovid-19 ini akan selesai.&nbsp; Pada akhirnya,\nsemua mesti beradaptasi dengan kondisi yang ada\u201d Ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Menurut Tito pemerintah sudah\nmembuat skenario-skenario untuk mengatasi ini.&nbsp;\nBapak Menko ekonomi sudah menyusun tahapan-tahapan kerjasama degan Gugus\nTugas, Kemenkes, dan semua Kementerian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Tito menjelaskan bahwa tahapan yang\npenting adaah tahapan prakondisi dan conditioning.&nbsp; Conditioning ini sangat penting agar semuanya\ndapat mengantisipasi&nbsp; dan menyongsong\nkehidupan baru atau New Normal.&nbsp; Maka\ndiantaranya perlu ada kegiatan pembuatan protokol di berbagai sektor kehidupan\nda pembuatan simulasi-simulasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">&#8220;Memang ada skenario untuk tatanan\nini diterapkan dengan sistem zonasi termasuk zona yang hijau diantaranya ukuran\ndari R0, R1,misalnya. Kemudian kesiapan dari daerah, kesiapan kapasitas sistem\nkesehatan dan lain-lain. Jadi ada zonasi dan ada sektor yang nanti secara\nbertahap, tapi terlepas dari sektor dan zonasi itu kedepan saya kira semua\ndaerah siap dengan tatanan yang aktif, produktif tapi aman Covid-19\nini,&#8221;katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Maka, berangkat dari kondisi itu,\nlanjut Tito, digagas lomba inovasi yang fokusnya adalah menyongsong tatanan normal\nbaru tersebut. Diharapkan lewat lomba itu, daerah bisa membuat protokol\nsekaligus simulasi yang dapat dilihat dengan cara membuat video. Ada 7 sektor\nyang akan dibuatkan videonya dalam lomba inovasi itu. Dan tiap daerah\ndiharapkan membuat video di tujuh bidang atau sektor tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">&#8220;Kita mengambil 7 bidang\nyang hampir ada di semua daerah, seperti pasar tradisional, pasar modern baik\nmall yang besar atau yang tidak punya mall, ada minimarket, restoran, hotel,\nkemudian PTSP yang ada pada semua daerah untuk memberikan pelayanan publik\nterpadu satu pintu, kemudian tempat wisata dan juga transportasi umum, entah\nitu bis atau angkot atau mungkin di daerah kepulauan ada yang menggunakan fery.\nNah ini ada 7 sektor yang kita harapkan daerah-daerah membuat simulasi dan\nprotokolnya,&#8221; kata Tito.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Kemudian, lanjutnya, ada 4\nklaster wilayah yang diharapkan dapat berkompetisi. Jadi lewat lomba inovasi\nnew normal life, Kemendagri ingin menciptakan iklim kompetitif untuk berkreasi\ndari pemerintah daerah, baik itu provinsi, kabupaten dan kota. Terutama inovasi\ndi 7 sektor yang dilombakan. Kabupaten atau kota di perbatasan juga, diharapkan\nikut berpartisipasi. Dan, ada kriteria khusus untuk inovasi di wilayah\nperbatasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Tim jurinya dari Kemendagri,\nKementerian Keuangan, Gugus Tugas Covid-19, Kementerian Pariwisata dan\nKementerian Kesehatan. Bagi yang menang, kata Mendagri akan diberikan reward\natau penghargaan. Reward, selain piagam, piala juga ada insentif. Dirinya\nsebagai Mendagri, telah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan, untuk pemberian\ndana insentif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">&#8221; Sebetulnya ada beberapa\nbantuan keuangan daerah kedepan yang pertama tadi 5 triliun dalam rangka untuk\nmembantu otonomi daerah, yang kedua itu ada cadangan alokasi khusus fisik non\nfisik yang diatur oleh Ibu Menkeu bersama-sama nantinya dapat arahan dari bapak\nPresiden. Kemudian yang 5 triliun ini diantranya Ibu Menkeu ini berbaik hati,\nyang 164 milyar dialokasikan untuk lomba inovasi tatanan baru daerah aman\nCovid-19 bagi daerah,&#8221; jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Kemudian, Mendagri mengungkapkan\ndana insentif yang akan didapat daerah yang memenangkan lomba. Untuk juara satu\nmisalnya dalam kategori pasar tradisional, akan mendapat dana insentif sebesar\n3 milyar. Sedangkan juara dua akan mendapatkan 2 milyar dan juara 3, mendapat 1\nmilyar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">&#8221; Nah, bisa saja satu daerah\nmemenangkan dalam lomba inovasi kreativitass aman Covid-19 mislanya di bidang\nperhotelan sebesar sama 3 milyar, 2 milyar, atau 1 milyar jika jadi juara 1, 2\natau 3,&#8221;ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Mendagri juga menjelaskan kenapa\ntujuh sektor itu yang akan dilombakan. Kata dia, tujuh sektor ini ada di hampir\nsemua daerah. Sementara untuk sektor pendidikan atau sekolah, nanti akan\ndikelola sendiri oleh Kementerian Pendidikan, karena memang terkait sekolah\nini, masalahnya cukup kompleks dan luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">&#8221; Kemudian yang kedua untuk\nbidang keagamaan juga disusun oleh Bapak Menag. Jadi kita fokus untuk gelombang\npertama ini adalah mengenai tujuh sektor ini. Kemudian 3 sektor diantaranya\nberhubungan dengan wisata, yaitu tempat wisata, bagaimna membuat tempat wisata\noleh daerah masing-masing itu aman dari Covid-19. Nah, protokolnya mesti\ndisusun, kemudian ada lagi hotel, dan restoran yang juga ini memerlukan pedoman\numum dan gambaran-gambaran umum tentang masalah kepariwisataan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Output lomba, kata Mendagri,\ndalam bentuk video yang bisa menggambarkan protokol kesehatan dijalankan.\nMisalnya bagaimana semua orang itu memakai masker. Lalu ada tempat cuci tangan,\npembagian hand sanitizer atau sarung tangan untuk yang memberikan pelayanan.\nDan seperti apa pengaturan dalam memastikan jaga jarak itu dipatuhi. Contohnya\nseperti pasar di Salatiga, dimana di sana ada pembagian blok dan garis yang\njelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">&#8221; Kreativitas dari\nrekan-rekam di daerah ini menjadi yang sangat penting. Bisa jadi model dan\nbetul-betul aplikatif dan dapat ditiru oleh daerah lainnya. Pemenangnya nanti\nkita akan expose di media baik media konvesional tv dan lain-lain maupun\nmedia-media sosial, sambil memberikan pembelajaran bagi masyrakat kira-kira\ngambaran kehidupan baru itu seperti apa di bidang itu, karena sekarang\nmasyarakat masih meraba-raba,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"rata\">Mendagri juga mengungkapkan, jika\nPresiden Jokowi sempat mengungkapkan pemberian dana insentif bagi daerah yang\nmampu menurunkan indikator Covid-19 yaitu kurva angka positif yang menurun.\nAtau skala reproduksi penyebaran virus yang juga menurun. Kepala negara\nmenyarankan ada lomba dengan kategori itu.\n\n&#8221; Kemudian juga tingkat kematian atau\nvatalitasnya rendah. Nah ini akan disusun bersama Kemendagri dan Gugus Tugas,\ndan Ibu Menkeu menyampaikan juga siap memberikan alokasi anggran dari 5 triliun\nuntuk daerah-daerah yang mampu menurunkan penyebaran Covid-19,&#8221; pungkas\nTito. (<strong>ADB\/sumber: OKEZONE.com<\/strong>)\n\n\n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MARTAPURA &#8211; Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Banjar diwakili Kabid Litbang Data dan Informasi Ridwan Sya\u2019rani,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9499,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,3],"tags":[796],"class_list":["post-9498","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-bidang-penelitian-pengembangan-inovasi","tag-bappeda-litbang-banjar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9498"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9498\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9500,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9498\/revisions\/9500"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bapperida.banjarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}