BeritaBidang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi

PESANTREN JADI FOKUS PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL BANJAR

MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) terus mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui diskusi tahap awal persiapan Kajian Pemetaan Potensi Pesantren Berbasis Pengembangan Usaha “Banjar Cendekia Satu Pesantren Satu Produk” Tahun 2026 yang berlangsung pada Senin, (18/05/2026), di ruang kerja Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) lantai II Bapperida Kabupaten Banjar.

Dalam kegiatan tersebut, Bapperida Kabupaten Banjar diwakili Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Nuri Ansyari, didampingi Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Dedi Nurmadi. Hadir pula tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin Herry Pradana, bersama Peneliti Ahli Pertama dan Perencana Ahli Muda Bapperida Kabupaten Banjar.

Pada kesempatan itu, Nuri Ansyari menyampaikan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, melalui kajian yang terarah dan berbasis data, pemerintah daerah dapat mengetahui potensi unggulan yang dimiliki masing-masing pesantren sehingga dapat didorong menjadi produk ekonomi yang bernilai dan berdaya saing.

“Program Banjar Cendekia Satu Pesantren Satu Produk diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Melalui kajian ini, kita ingin memperoleh gambaran yang jelas mengenai potensi usaha, produk unggulan, serta peluang pengembangannya di Kabupaten Banjar,” ujar Nuri.

Pembahasan awal dalam diskusi tersebut difokuskan pada penyusunan rencana metodologi kajian, teknik pengumpulan data, hingga metode analisis data yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan nantinya. Koordinasi ini dilakukan guna memastikan proses kajian berjalan sistematis, terarah, dan mampu menghasilkan data yang akurat sesuai kondisi riil pesantren di Kabupaten Banjar.

Melalui kajian tersebut, pemerintah daerah berharap dapat memperoleh pemetaan potensi usaha pesantren secara komprehensif sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan pengembangan ekonomi pesantren. Selain mendorong lahirnya produk unggulan berbasis pesantren, program ini juga diharapkan mampu mendukung penguatan ekonomi daerah dan meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan.(Ione/Brigade Bapperida)