BeritaBidang Infrastruktur dan Kewilayahan

IKUTI SOSIALISASI BAPPERIDA BANJAR TINGKATKAN KAPASITAS PENGELOLAAN INFORMASI GEOSPASIAL

MARTAPURA – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar melalui Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (IK) mengikuti Sosialisasi Evaluasi Kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial Tahun 2026 secara virtual, Rabu (20/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial tersebut diikuti dari ruang kerja Bidang IK Bapperida Kabupaten Banjar sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola informasi geospasial di daerah.

Sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber dari BIG, di antaranya Direktur Kelembagaan dan Jaringan Informasi Geospasial Rachman Rifa’i,  Direktur Sumber Daya Manusia Informasi Geospasial Sumaryono, serta Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial Ibnu Sofian,. Dari Bapperida Kabupaten Banjar, kegiatan diikuti oleh perwakilan Bidang IK, di antaranya Rezza, Mahbub dan Aprilia

Pada sesi pertama, Rachman Rifa’i memaparkan pentingnya penguatan tata kelola data geospasial dalam mendukung pembangunan nasional maupun daerah. Menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan jaringan informasi geospasial nasional, mulai dari belum optimalnya keterhubungan simpul jaringan, keterbatasan sumber daya manusia bidang geospasial, hingga belum meratanya penyediaan data geospasial di daerah. Ia menegaskan bahwa informasi geospasial yang akurat dan mudah diakses menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan pembangunan berbasis data.

Rachman juga menekankan pentingnya kolaborasi antarperangkat daerah untuk memperkuat simpul jaringan informasi geospasial. Upaya tersebut dinilai penting guna meningkatkan indeks kinerja simpul jaringan sekaligus mendukung transformasi tata kelola pemerintahan digital yang terintegrasi. Dalam pemaparannya, BIG menjelaskan bahwa evaluasi kinerja dilakukan melalui lima domain utama, yakni kebijakan, kelembagaan, teknologi, standar data, dan sumber daya manusia bidang informasi geospasial.

Pada sesi berikutnya, Sumaryono menjelaskan peran strategis Jabatan Fungsional Surveyor Pemetaan (JF Surta) dalam mendukung pembangunan nasional dan penyelenggaraan informasi geospasial yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa data geospasial memiliki fungsi penting sebagai alat pendukung perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi pembangunan nasional yang terintegrasi dan efisien. Selain itu, penguatan sumber daya manusia geospasial di pemerintah pusat maupun daerah juga menjadi perhatian utama untuk menghasilkan data spasial yang berkualitas.

Sementara itu, Ibnu Sofian menegaskan bahwa evaluasi kinerja simpul jaringan informasi geospasial menjadi instrumen penting dalam mengukur tingkat kematangan penyelenggaraan informasi geospasial di instansi pemerintah daerah maupun pusat. Melalui sistem monitoring berbasis aplikasi SIMOJANG, setiap instansi didorong untuk meningkatkan kualitas data, memperkuat koordinasi, serta memastikan tersedianya informasi geospasial yang akurat, terintegrasi, dan mudah diakses dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Salah satu peserta dari Bidang IK Bapperida Kabupaten Banjar, Rezza Ryanda, menyambut positif pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan untuk mendukung peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas data spasial di Kabupaten Banjar.

Ia berharap hasil sosialisasi ini dapat menjadi dorongan bagi penguatan koordinasi antarperangkat daerah serta peningkatan kualitas penyelenggaraan informasi geospasial di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data.(Ione/Brigade Bapperida)