RAPAT WEFSRID, BAPPERIDA GANDENG SKPD LENGKAPI DATA TEKNIS
MARTAPURA – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar melalui Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Program Water Energy Food Security for Integrated Development (WEFSRID), Kamis (21/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Baiman Lantai 3 Bapperida Kabupaten Banjar tersebut digelar sebagai tindak lanjut persiapan kelengkapan data dukung Program WEFSRID Kementerian Dalam Negeri.
Acara dibuka Kepala Bapperida Kabupaten Banjar Hj Anna Rosida Santi diwakili Kabid Ekosda Dedi Nurmadi didampingi Fungsional Perencana Muda Irma Vidya.
Dalam sambutannya, Dedi Nurmadi menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi langkah penting dalam menyatukan persepsi serta memperkuat sinergi antar-SKPD untuk mendukung kelengkapan data Program WEFSRID. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, tetapi juga integrasi sektor air dan energi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Banjar.

“Agenda rapat hari ini adalah pembahasan dan sinkronisasi data dukung kelengkapan Program WEFSRID. Seluruh SKPD diharapkan dapat melengkapi data teknis sesuai bidang masing-masing agar usulan program dapat segera ditindaklanjuti pemerintah pusat,” ujar Dedi. Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor agar seluruh kebutuhan data dapat tersusun secara komprehensif dan tepat waktu.
Rapat dihadiri sejumlah SKPD terkait, di antaranya Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, serta Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Banjar.
Dalam pembahasan, rapat menyoroti penguatan sektor pertanian melalui pendekatan WEFSRID untuk mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045. Program WEFSRID sendiri difokuskan pada peningkatan produktivitas pertanian melalui intervensi sumber daya air guna meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari satu kali tanam menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun. Lima kecamatan menjadi prioritas pelaksanaan program, yakni Karang Intan, Martapura Barat, Sungai Tabuk, Beruntung Baru, dan Astambul. Selain itu, pembahasan juga mencakup kondisi Daerah Irigasi (DI) Lihung yang dinilai perlu rehabilitasi untuk meningkatkan ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian.

Tak hanya sektor pertanian, rapat juga membahas dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kesiapan pasokan bahan pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG). Kabupaten Banjar saat ini memiliki 35 unit SPPG dengan 31 unit sudah beroperasi. Potensi perikanan lokal seperti ikan nila, puyu, dan baung juga disiapkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. Selain itu, pengembangan Koperasi Merah Putih (KMP) turut dibahas sebagai pemasok bahan baku utama sekaligus penggerak ekonomi desa.
Melalui rapat koordinasi ini, Bapperida Kabupaten Banjar berharap seluruh SKPD dapat segera menyelesaikan dan melengkapi data teknis yang diperlukan sehingga usulan Program WEFSRID dapat segera diproses pemerintah pusat. Bapperida juga berharap program tersebut mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banjar secara berkelanjutan melalui integrasi sektor air, energi, dan pangan.(Ione/Brigade Bapperida)

