ANTUSIASME TINGGI, 35 NASKAH MASUK DALAM LKTI BANJAR 2026
MARTAPURA – Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Banjar melaksanakan Rapat Dewan Juri Lomba Karya Tulis Ilmiah Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Rabu, (06/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi dan penilaian naskah karya tulis ilmiah yang telah diterima panitia dari berbagai kalangan peserta. Melalui rapat ini, proses penjurian dilakukan secara lebih mendalam guna memastikan kualitas karya yang masuk mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Rapat dewan juri menghadirkan tiga tim penilai yang memiliki latar belakang kompetensi di bidang riset dan pengembangan. Mereka yakni M. Arief Anwar dari BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmadi Murjani dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan yang juga merupakan akademisi, serta Nuri Ansari dari Bapperida Kabupaten Banjar. Ketiganya melakukan pembahasan secara menyeluruh terhadap isi dan kualitas setiap karya tulis ilmiah yang diterima panitia.
Dalam proses penilaian, dewan juri menitikberatkan pada sejumlah aspek penting seperti substansi penelitian, tingkat inovasi, manfaat bagi masyarakat, hingga kualitas penulisan ilmiah. Setiap naskah dinilai secara objektif untuk melihat sejauh mana gagasan yang disampaikan mampu menjadi solusi maupun rekomendasi terhadap berbagai isu pembangunan daerah. Penilaian tersebut sekaligus menjadi langkah strategis dalam menjaring ide-ide kreatif yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Antusiasme peserta pada pelaksanaan lomba tahun ini terbilang cukup tinggi. Sebanyak 35 naskah karya tulis ilmiah berhasil diterima panitia dari berbagai latar belakang peserta, mulai dari dosen, guru, mahasiswa hingga masyarakat umum. Tingginya partisipasi tersebut menjadi gambaran meningkatnya minat masyarakat terhadap pengembangan riset dan inovasi di Kabupaten Banjar.
Dari seluruh naskah yang masuk, nantinya akan dipilih 10 karya terbaik untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya. Proses seleksi dilakukan secara ketat agar karya yang lolos benar-benar memiliki kualitas unggul dan relevansi terhadap kebutuhan pembangunan daerah. Selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini juga diharapkan mampu memunculkan gagasan-gagasan baru yang aplikatif dan berdaya guna.
Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Bapperida terus mendorong tumbuhnya budaya riset di tengah masyarakat. Lomba karya tulis ilmiah dipandang sebagai salah satu wadah strategis untuk menampung ide, pemikiran, serta inovasi dari berbagai kalangan. Dengan keterlibatan akademisi, praktisi, dan masyarakat umum, diharapkan tercipta kolaborasi yang mampu memperkuat pengembangan inovasi daerah secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Bapperida Kabupaten Banjar berharap semangat meneliti dan berinovasi semakin berkembang di kalangan masyarakat. Tidak hanya menjadi ruang kompetisi, lomba karya tulis ilmiah juga diharapkan mampu melahirkan solusi kreatif yang dapat mendukung arah pembangunan daerah yang lebih maju, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di masa mendatang.(Ione/Brigade Bapperida)

