BAPPERIDA BANJAR IKUTI RAKOR PENGENDALIAN INFLASI NASIONAL
MARTAPURA – Pemerintah terus memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar secara daring, Senin (25/5/2026) pagi, dan diikuti hampir 1.000 peserta dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga berbagai pemangku kepentingan di seluruh Indonesia. Dari Kabupaten Banjar, rapat turut diikuti Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bapperida Kabupaten Banjar Dedi Nurmadi sebagai bagian dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Rapat dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Tomsi Tohir yang menyoroti kondisi inflasi nasional menjelang Iduladha. Secara umum, inflasi dinilai lebih terkendali dibandingkan periode menjelang Hari Raya Idulfitri sebelumnya. Meski demikian, sejumlah komoditas pangan strategis masih menjadi perhatian utama, terutama cabai rawit dan cabai merah yang saat ini menjadi penyumbang terbesar terhadap kenaikan inflasi di berbagai daerah.
Dalam pemaparan rakor disebutkan bahwa beberapa wilayah dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi berada di Provinsi Bengkulu dan DKI Jakarta. Kenaikan harga paling dominan terjadi pada komoditas cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Selain itu, sejumlah kabupaten dan kota juga mengalami peningkatan IPH yang cukup tinggi sehingga perlu menjadi perhatian bersama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Tidak hanya cabai, rakor juga menyoroti kenaikan harga minyak goreng dan bawang merah yang mulai terjadi di semakin banyak daerah. Di sisi lain, harga daging ayam ras, bawang putih, dan telur ayam ras justru cenderung mengalami penurunan. Sementara itu, harga beras pada minggu ketiga Mei 2026 tercatat sebesar Rp15.294 per kilogram atau mengalami kenaikan tipis dibandingkan April 2026.
Pemerintah pusat turut memberikan peringatan serius terkait potensi kenaikan harga beras. Sebagai bahan pangan utama masyarakat Indonesia, stabilitas harga dan ketersediaan beras dinilai harus menjadi prioritas pengendalian inflasi nasional. Dalam hal ini, peran Perum Bulog dinilai sangat penting untuk menjaga stok, kelancaran distribusi, hingga pelaksanaan intervensi pasar apabila diperlukan guna menekan gejolak harga di masyarakat.
Melalui rakor tersebut, pemerintah daerah diimbau terus memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Iduladha, mulai dari perluasan tanam cabai, pelaksanaan operasi pasar murah, penguatan fasilitas irigasi perpipaan dan perpompaan untuk mengantisipasi kekeringan di sentra bawang merah, hingga pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Menanggapi rakor tersebut, Dedi berharap bahwa dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha dapat terpenuhi dengan baik.(Ione/Brigade Bapperida)

